Dalam Sahih Muslim, Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan sabda Rasulullah SAW:
مَا كانَ مِن نَّبِيٍّ إلا وَقَد كانَ لَهُ حَوَارِيُّونَ يَهتَدُونَ بِهَديِهِ وَيَستَنُّونَ بِسُنَّتِهِ ثُمَّ إِنَّها تَخلُفُ مِن بَعدِهِم خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لَا يَفعَلُونَ وَيَفعَلُونَ مَا لَا يُؤمَرُونَ .
(Mafhumnya): “Tidak ada seorang nabi kecuali mempunyai hawari (pembela). Mereka memberi petunjuk (kepada manusia) sesuai petunjuk nabinya dan melakukan tradisi (sesuai) dengan sunahnya. Kemudian, datang selepas (peninggalan) mereka pengganti-pengganti yang menuturkan apa yang tidak mereka lakukan dan mereka melakukan apa yang tidak diperintahkan.”
Ruj: Huru-Hara Hari Kiamat, Ibnu Katsir, 17-18.